Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Jumat, 23 Januari 2015

AKU BUKAN MEREKA

AKU BUKAN MEREKA Aku mungkin dan memang bukan seperti mereka. Ya.. mereka temanku kebanyakan yang mempunyai orangtua kaya, yang apapun mereka inginkan dapat di penuhi dalam sekejap mata. Mereka mungkin hanya perlu mengatakan “Pa.. Ma.. aku mau ini, aku mau itu, aku butuh ini, butuh itu,..” dan tidak akan menunggu lama apa yang mereka katakana akan terpenuhi dengan cepatnya. Ya seperti sihir memang tapi itu nyata. Sangat beda dengan kehidupanku. Aku bahkan tidak pernah berani jika meminta uang pada orangtu diluar tuntutan pembayaran sekolah. Untuk kas kelas atau apapun yang bukan kebijakan sekolah tapi dilakukan di area sekolah dan harus di penuhi aku pun berusaha mengumpulkan sedikit demi sedikit uang saku ku untuk memenuhi semuanya. Bukannya orangtua ku pelit, aku hanya tidak terlalu suka jika sedikit-sedikit menuntut. Aku membayangkan jika aku ada di posisi orang tuaku pasti aku akan kebingungan untuk memenuhi kebutuhanku sendiri yang begitu banyaknya. Belum lagi kebutuhan adikku yang masih kelas 3 SD. Itu mungkin sangat berat, belum lagi pergumulan yang orangtuaku rasakan. Saat aku menulis ini, aku ada dalam puncak amarahku di kelas ini. Bergumul dengan mereka orang-orang kaya karena harta orangtuanya. Yang menyombongkan sesuatu yang bukan dari mereka sendiri. Yang membagakan sesuatu yang bukan hasil dari mereka sendiri. Aku bukannya sok miskin, tapi apakah wajar anak kelas 1 SMA menuntut sesuatu yang mengeluarkan banyak uang padahal saat ini mereka belum bekerja, dan bukan sesuatu yang asing jika uang yang mereka dapat adalah jerih payah dari kerja keras orangtua mereka. Ya mungkin mereka menganggap semuanya biasa saja tapi aku kadang tak habis pikir, saat mereka mengambil keputusan seperti itu apakah mereka juga memikirkan keadaan temannya yang lain, tapi jawaban yang aku temukan adalah TIDAK. Saait ini pun. Hari ini juga, uang saku ku habis karena untuk memenuhi kebutuhan yang sudah aku bilang tadi, mulai dari kas ini itu. Rasanya sedih memang melihat semuanya jajan tapi aku tidak bisa, aku memang sengaja tidak memberitahukan kepada orangtuaku, ya dengan alasan ku yang tadi. Hanya air putih yang menolongku pagi ini sampai sore nanti tiba saatnya pulang dari sekolah. Jalani semua dengan senyuman, keajaiban Tuhan akan datang. salam, iyel

0 komentar:

Posting Komentar