Cinta itu gula kopi. Bukan
karena pahit atau manisnya, tapi ya emang itu kenyataannya sih. Gula. Siapa yang belum pernah makan gula? Pasti sudah pernah semua. Gula punya rasa yang manis, kecuali kalo gulanya lagi
galau manisnya ilang jadi kecut :D tapi sadar atau enggak gula punya rasa yang
mainstream. Terus sekarang Kopi. Kopi itu pahit, iya pahit. Mangkannya kalo mau
minum itu harus pake gula. Kalau kopi itu dikasih gula pasti rasanya bukan
sekedar manis tapi ada rasa baru yang muncul antara gula dan kopi itu.
Cinta itu ibarat gula dan kita orang-orangnya ibarat
kopi. Cinta itu suatu perasaan yang timbul tiba-tiba tanpa kita meminta. Cinta
punya rasa yang indah waktu dia datang ke hidup kita. Terasa lebih indah saat
kita ngrasa cinta itu bisa bener-bener jadi milik kita.
Dan lumayan banyak juga yang bilang kalo cinta itu pahit,
bisanya bikin sakit hati, dan blablabla. Kalo menurutku, saat kita ngerasa
cinta itu pahit, mungkin itu bukan cintanya yang salah, kita aja yang salah
menyikapi cinta. Dan bisa juga cinta itu udah hilang di hidup kita ya kayak
yang udah di tulis di atas, kita ibarat kopi, kalo cinta itu hilang sama kayak
kopi tanpa gula. Kebayang kan rasanya kopi tanpa gula?
Nah, buat nyikapin hal-hal kayak yang di atas aku punya
solusinya. Kita manusia di dunia ini pasti di ajarkan buat saling mengasihi,
menyayangi, mencintai satu sama lain seperti kita menyayangi diri kita sendiri.
Kita juga di ajarkan buat saling mengampuni orang yang bersalah sama kita kan?
Asal kita punya ‘kasih’ semuanya akan tetep manis ;;) misalnya: Waktu kamu di
sakiti sama orang yang kamu cintai, biar rasa sakit itu gak jadi dosa (dosa:
nyumpahin jelek2, update status jelek, cerita ke temen2mu) lebih baik curhat
sama sahabatmu yang paling kamu percaya, orangtuamu, dan mengampuni dia.
Percaya rancangan Tuhan pasti lebih baik.
Okay, udah dulu ya. Tetap
manis dengan saling mengasihi gaeess({})
salam,
iyel
salam,
iyel


0 komentar:
Posting Komentar